Indonesia tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi investor. Di tahun ini, sebuah hotel manajemen bernama Dafam Hotel Management (DHM), melebarkan sayapnya. Mereka membangun sebuah ‘istana’ di Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah.
Bisa jadi, ini adalah sebuah sejarah baru bagi dunia bisnis perhotelan di kota yang terletak 607 Km dari kota Palu, Ibukota Sulawesi Tengah itu. Kota yang memiliki potensi bisnis di bidang kelautan ini, dibangun hotel bernama Hotel Dafam Istana Luwuk.
Mengapa Luwuk? Kota ini adalah permata yang belum sepenuhnya terasah. Selain memiliki potensi industri dengan infrastruktur yang lengkap, mulai dari sarana transportasi jalan darat dan laut, Luwuk juga kaya dengan tambang. Sebut saja tambang LNG Donggi-Senoro yang sudah mulai beroperasi. Begitu juga enam tambang nikel yang sudah ada di daerah tersebut sebelumnya.
Tentu lalu lintas orang dan barang yang melintasi Luwuk akan semakin tinggi, karena pelabuhan laut dan bandar udara yang terdekat dan memadai, hanya ada di Luwuk.
Selain sebagai kota transit, Luwuk juga mempunyai daya tarik tersendiri dari sisi pariwisata. Pantai yang sangat indah dengan terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias yang terkandung dalam lautnya. Tak hanya wisata bahari yang mempesona hati. Luwuk juga punya dataran tinggi, bukit atau pegunungan yang hijau dan subur.
Pesona tersebut masih ditambah lagi dengan lokasi kota yang menghadap ke laut, dengan pusat kota tepat di tengah teluk kecil berbentuk bulan sabit, berlatar pegunungan yang semakin menambah harmonis perpaduan keindahan lautan dan daratan nan eksotik.
Dari sekian keunggulan dan daya tarik tersebut, lumrah jika DHM terpikat dan bertekad untuk membangun dan mengembangkan bisnis perhotelan di wilayah itu. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Seorang investor yang peduli dengan pengembangan Luwuk sebagai destinasi pariwisata dan bisnis, Bernard Mahamada, memiliki visi yang sama dan sepakat untuk bekerja sama mendirikan hotel bernama Hotel Dafam Istana Luwuk.
Hotel ini akan dibangun dengan total ruang menginap berjumlah 65 kamar. Terdiri dari 62 kamar deluxe dan tiga kamar royal suite. Hotel ini pun dilengkapi dengan berbagai saranan penunjang, mulai dari kolam renang, fitness center, ruang karaoke, ruang meeting, indoor and outdoor restaurant.
Hotel yang ditargetkan dibuka pada Bulan Desember 2012 ini, berdiri di areal seluas 1,1 Ha, dengan nilai investasi sebesar Rp 25 miliar. Bukan sebuah investasi yang kecil, tentunya.
Dafam Hotel Management merupakan manajemen hotel yang bermain di hotel bintang dua sampai dengan bintang lima. Meski bukan pemain lama, DHM tak bisa dipandang sebelah mata dalam dunia bisnis perhotelan.
Sudah tujuh hotel dikelola manajemen hotel berskala nasional ini. Empat hotel di antaranya sudah berjalan baik. Hotel Dafam Semarang, Hotel Marlin Pekalongan, Hotel Dafam Cilacap dan Hotel Vio Cimanuk Bandung. Tiga hotel lainnya, Hotel Vio Pasteur Bandung, dan Hotel De Solo, Jawa Tengah menggelar soft opening di awal tahun 2012.
Istana Luwuk sepertinya menjadi titik sukses selanjutnya.
Jumat, 22 Maret 2013
Sebuah istana untuk Luwuk
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar